
Awalnya MikroTik RB133C saya upgrade ke RouterOS buat mipsle yang versi 2.9.51, entah kenapa login via winbox terasa susah banget, di upgrade ke versi lebih tinggi juga nggak ngaruh, padahal versi yang lebih baru menu dan fiturnya bagus banget, tapi “apalah daya menyesal tiada guna” terpaksa di downgrade ke versi lama ke versi 2.9.46, setelah saya downgrade MikroTik Rb133C saya normal kembali (kenapa yah?).
Untuk mendowngrade memerlukan :
Tautan situs : www.mikrotik.com
Selamat mencoba
Warning! resiko dan kesalahan instalasi, upgrade, downgrade adalah tanggung jawab anda!

Petunjuk Upgrade Linksys WRH54G dengan menggunakan dd-wrt.
- Backup terlebih dahulu firmwarenya, sapa tau mau dibalikin lagi ke default firmware linksys lagi.
- Download dd-wrt image versi 24 RC7-9063 disini, mirror.
- Masuk ke menu page upgrade upload dd-wrt firmware yg udah kita download tadi.
- Pilih Upgrade silahkan tunggu beberapa detik, pastikan jangan sampai catu daya listrik mati, ini akan menyebabkan firmware kemungkinan akan corrupt (rusak).
- Reboot wireless.
- dan selesai wireless WRH54G anda sudah terinstall dengan menggunakan firmware dd-wrt.
- Jika terjadi error pada menu wireless dan menu NTP, reset aja wireless selama 5 detik dan firmware dd-wrt akan normal.
Tautan situs : www.dd-wrt.com, forum dd-wrt
Mas M. Eko (apa orang Indonesia yah?)
Baru tau kalau Akses Point merek D-Link DWL-700AP udah bisa dibuat mode client, padahal notabene akses point ini hanya bisa sebagai “Access Point” saja.
Akses point ini saya beli pada pertengahan tahun 2006 dan saya buat sebagai akses point saja.
Tapi pas iseng-iseng buka websitenya D-Link saya check apakah firmwarenya udah ada updatenya apa belum, ternyata udah tahun lalu sudah di update firmwarenya pada tanggal 06 Oktober 2008. Firmware ini secara umum berfungsi sebagai Operating System (OS) untuk menjalankan fungsi-fungsi Akses Point. Setelah di upgrade firmwarenya kita bisa menggunakan APnya ke mode client.


File firmwarenya dapat di download
disini atau
disini
Setelah dipusingkan configurasi dari Nanostation2 yang baru dipasang (maklum masih newbie) akhirnya konek juga ke Access Point (P2M), padahal jarak antara AP dengan Client hanya berkisar 500 meter, bayangkan coba jarak sedekat itu ngk konek, di ping ke Nanostationnya konek tapi di ping ke Access Pointnya timeout, padahal di access pointnya udah kedetect Nanostationnya dan statusnya pun connected. Alat yang ada di Access Point menggunakan MikroTik RB133C Lv4 dengan external antena 15dBi. Setelah cari info sana sini baru konek juga tuh wireless. Dari kegagalan kemaren ditarik kesimpulan bahwa, (ini berdasarkan pengalaman loh, jika ada yang lebih tau mohon bimbingannya), apa yang bisa disimpulkan?
- Jika jarak antara AP dengan Client dekat, sebaiknya atur jarak udara (distance) pada wireless sesuaikan dengan jarak antara wireless, sebaiknya menggunakan bantuan GPS (Global Positioning System) untuk mengetahui jarak antara wireless atw perkiraan saja (insting).
- Atur output power sesuai dengan kebutuhan jika hanya jarak wireless dekat turunkan outpot powernya.
- Usahakan jangan interferensi baik penggunaan SSID atw Frekuensi Chanel dengan peralatan lain.
- Crimping kabel UTP dengan baik dan menggunakan RJ45 yang baik pula, pengalaman saya banyak RJ45 yang beredar di pasaran cepat berkarat.
- Gunakan Kabel UTP yang baik juga, bila perlu menggunakan kabel STP (shielded twisted pair) yang memang dirancang buat di luar ruangan.
Gambar-gambar hasil configurasinya :
Ping ke Access Point

Antena Alignment

Setting pada Advanced Wireless Menu

Setting Link Setup Wireless Menu

Main Menu Status

Begitulah sekelumit saat masang wireless NanoStations2
Semoga berguna…
Recent Comments